Rabu, 02 Februari 2011

GURINDAM

Mengenal GURINDAM
Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri atas dua baris tiap baitnya dan bersajak a – a. Baris pertama berupa syarat dan baris kedua berupa jawab.

Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji seorang sastrawan Melayu.

Disebut Gurindan Dua Belas karena terdiri atas dua belas pasal. Inilah pasal pertama.

Barang siapa tidak memegang agama

Sekali-kali tidakkan boleh dibilangkan nama

Barang siapa mengenal yang empat

Ia itulah orang yang makrifat

Barang siapa mengenal Allah

Suruh dan tengah-Nya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal dunia

Takutlah ia barang yang terperdaya

Barang siapa mengenal akhirat

Tahulah ia dunia mudarat

Kurang fikir, kurang siasat

Tinta dirimu kalah tersesat

Fikir dahulu sebelum berkata

Supaya terlelah selang sengketa

Kalau mulut tajam dan kasar

Boleh ditimpa bahaya besar

Jika ilmu tiada sempurna

Tiada berapa dia berguna

Berdasarkan contoh gurindam tersebut, sangat jelas ada keterkaitan antara isinya dengan kehidupan sehari-hari. Kesemuanya berupa nasihat. Nasihat yang berguna bagi manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia ciptaan Tuhan, agama merupakan pegangan hidup di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang tidak memilikinya dan tidak melaksanakannya, maka tak hanya celaka di dunia tetapi juga di akhirat. Oleh karena itu, hidup di dunia harus menjauhkan diri dari hal-hal yang mudarat,harus berhati-hati, baik dalam berkata-kata maupun berfikir karena semua itu merupakan ilmu yang berguna dalam kehidupan.

Berikut Gurindam Dua Belas pasal keenam.

Cahari olehmu akan sahabat,

Yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,

Yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,

Yang boleh dimenyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,

Pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,

Yang ada baik sedikit budi.

Bagaimanakah dengan gurindam ?

Kurang fikir, kurang siasat,

Tentu dirimu kelak tersesat.

Fikir dahulu sebelum berkata,

Supaya terelak silang sengketa.

Orang malas jatuh sengsara,

Orang rajin bayak saudara.

Ilmu kepandaian boleh dikejar,

Asal mau rajin belajar.

Menolong sesama wajib dan perlu,

Tetapi tolonglah diri dahulu.



Gurindam adalah puisi lama melayu yang mempunyai ciri tiap bait terdiri dari 2 baris dengan akhir irama yang sama. Baris pertama biasanya berupa soal atau perkara, dan baris sesudahnya adalah penjelasan dan jawaban. Bahasa dan perjuangan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan.Kisah perjuangan juga adalah kisah para pejuang dengan bahasa. Dan segala kisah perjuangan di muka bumi ini, kalaulah boleh dikatakan, para pemuda lah sebagai tintanya.

Maka gurindam ini dikhususkan untuk saudaraku para pemuda tercinta di lima benua. Para pemuda ketika yang lain sudah gelap dengan dunia, maka mereka masih menjaga diri agar hati tidak menjadi buta.

Para pemuda yang di tengah segala propaganda putus asa, justru melihat diri mereka lah asa yang tersisa. Para pemuda ketika yang lain sibuk dengan diri sendiri saja, maka kesenangan mereka adalah mendahulukan saudaranya.

Gurindam ini dikhususkan untuk para pemuda ketika ibu-ibu lain hilang peka meninggalkan putra-putrinya, maka merekalah yang berjihad mempersiapkan tentara Rabbnya. Para pemuda ketika yang lain tanpa malu memamerkan diri untuk menjadi yang tercantik di dunia, justru mereka lah wanita tercantik sedunia karena paling menjaga rasa malu dengan hijabnya.

Gurindam ini dikhususkan untuk para pemuda yang hidup bersama sirah Rasulnya, sembari mengusap air mata mengingat Junjungan Tercinta.

Para pemuda yang diancam ketakutan dan kematian oleh para musuhnya, jawaban mereka adalah surga. Para pemuda ketika yang lain sibuk dengan segala teorinya, maka mereka mencukupkan Al Quran sebagai dusturnya.

Gurindam ini dikhususkan untuk para pemuda, yang melihat masa depan dunia adalah Islam sebagai jawaban segala perkara.

Para pemuda yang melihat masa depan Din-nya adalah kejayaan dan kemenangan atas musuh-musuhnya. Dan para pemuda yang tidak pernah berbangga, karena mereka hanyalah hamba Rabbnya.

Gurindam “Syarat Kemenangan”

Bila niat tlah terucap
Tanda siap bertanggung jawab

Bila perkara tlah tetap
Bersiaplah dengan hati yang mantap

Belumlah disebut taat
Bila masih melalaikan shalat

Belumlah disebut menegakkan shalat
Bila masih enggan membayar zakat

Belumlah disebut beruhul jadid
bila kaki masih berat ke masjid

Tanda engkau ikut Rasulmu
Bila ucap bersatu dalam lakumu

Tanda paham kan dunia
Laksana pengembara hidupnya

Tanda hati bisa melihat
Bila ia menangkap akhirat

Tanda orang mengenal isyarat
Tahulah ia sungguh kiamat tlah dekat

Tanda orang siap berjihad
Bila yang diminta tolong hanya Dia Yang Ahad


Carilah olehmu ilmu
Yang boleh merubah lakumu

Carilah olehmu cita
yang tidak bersandar pada manusia dan harta

Carilah olehmu cinta
yang membawamu pada Dia semata

Carilah olehmu bekal
Yang ketika di kubur tak ikut tertinggal


Sesiapa yang melihat hidup itu ujian
Pertanda ia masih punya iman

Sesiapa yang dijauhi ketenangan
Diam di masjid adalah jawaban

Sesiapa yang akrab dengan Al Quran
Tahulah ia sebenar-benar petunjuk jalan


Kebaikan ilmu bukanlah jabat pangkat hormat dan salut
Melainkan bila terhadap-Nya dirimu bertambah takut

Kebaikan harta bukanlah emas segunung Uhud
Melainkan bila dengannya engkau infaq dan zuhud


Tinggalkan kesenangan semu
Maka setan tak menjadi tamu

Tinggalkan segala ragu
Maka bertemu apa yang dituju


Ketika yang lain beda baju bertikai
Tetaplah engkau dengan baju Islam yang dipakai

Ketika banyak bendera saling berseteru
Cukuplah kalimat tauhid sebagai bendera pembaharu

Sekalipun yang tersisa hanya engkau yang satu
Cukuplah ALLAH menjadi penentu

Apabila ALLAH telah memberi restu
Langit bumi berserta isinya kan jadi pembantu

Sungguh kemenangan itu dekat
Bagi mereka yang menjaga syarat

Sungguh segala syarat tlah jelas
Tiada lain Al Quran yang mempertegas

Dan sungguh kemenangan itu adalah pasti
Untuk yang nafas kesabarannya tiada berhenti

Mau tau lebih lengkap gurindam dua belas nya Raja Ali haji ?   Klik disini

Tidak ada komentar: