SASTRA- fde 3
Mata Pelajaran : Sastra Indonesia
Kelas : XII BAHASA
Waktu : 60 menit
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Aku terlalu sombong dan angkuh aku menghendaki manusia sempurna, sedangkan manusia hanya dapat berikhtiar dan berusaha untuk menjadi sempurna. Kini aku sadar kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencintai dan bukan membenci sudah saja hendak merusak manusia lain, tetapi pertama kali merusak dirinya sendiri …..
Harimau-Harimau Moehtar Lubis
Amanat yang terkandung dalam penggalan novel diatas adalah …..
A. Janganlah menjadi manusia yang sombong dan angkuh.
B. Kita harus menjadi manusia yang sempurna.
C. Kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencintai dan bukan membenci.
D. Manusia tidak boleh merusak manusia lain.
E. Sebagai manusia kita tidak boleh merusak diri kita sendiri.
2. (Adegan di tikungan sebuah desa barat rel kereta api. Fredy berjalan cepat di depan, diikuti Samin).
Samin : Fred, jangan cepat-cepat, bahaya!
Fredy : Alaa, malam begini sepi, tak apa.
Samin : (menyusul menarik Fredy mundur) Kita berhenti dulu.
Fredy : Ah, lebih cepat sampai alamat kan lebih baik.
Samin : Jangan main-main, Fred!
Fredy : Aku tidak main-main.
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredy : Justru itu.
Samin : Pokoknya berhenti, Fred. Aku tidak mau ambil resiko tertangkap
Belanda
Fredy : Baik, Min!
Kau yang pegang komando, (duduk diikuti Samin),
Struktur alur yang dominan dalam penggalan drama diatas adalah …..
A. pengenalan - penyelesaian
B. pertengahan - penurunan
C. klimaks - pertengahan
D. penurunan - klimaks
E. penyelesaian - penurunan
3. REFLEKSI PEJUANG TUA
Tentara rakyat melucuti kebatilan setelah mereka menggunakan deru sejarah. Dalam regu perkasa mulailah melangkah karena pejuang hari-hari ini adalah pejuang dari kalbu yang murni belum pernah kesatuan begini eratnya kecuali duapuluh tahun yang lalu.
Taufiq Ismail
Masalah sosial yang diungkapkan dalam puisi di atas adalah …..
A. perjuangan rakyat
B. protes ketidakadilan
C. perjuangan kemerdekaan
D. rasa persatuan
E. kebulatan tekad rakyat
4. Monang adalah pemuda Batak, yang berpendidikan teknik tinggi. Ia dibesarkan dan hidup di budaya moderen kota besar di Jawa. Namun, tantangannya pada daerah dan orang tua masih kuat. Pertautan ini bukan hanya sekedar penghormatan, tetapi juga dipakainya untuk memperhitungkan masa depannya sendiri.
Unsur instrinsik yang dominan penggalan resensi novel di atas adalah …..
A. alur
B. perwatakan
C. latar
D. tema
E. amanat
5. Lalu ia melangkah. Tetapi sebelum ia hilang di balik belukar yang bergoyang ditiup angin lembah, kukatakan kepadanya, “Besok aku akan datang lagi ke sini, Nun.” Tapi ia menoleh lagi, hilang di balik belukar itu. Dan belukar itu bertambah ria ditiup ria, menari ditiup angin gunung. Angin juga meniup aku meniup Nun, dan meniup gadis kecil itu.
Angin Gunung, A. A. Navis
Latar cerpen di atas adalah …..
A. hutan belukar
B. desa terpencil
C. pegunungan berhutan
D. di jalan berkelok
E. pegunungan yang berbelukar dan berangin
6. Sang Kuriang sangat terkejut. Tetapi dengan telinga sendiri didengarnya suara kokok ayam jantan, dan di sebelah timur dilihatnya sinar putih merekah. Dia menjadi marah. Dia merasa ditipu para Jin dan siluman yang telah berjanji akan dapat memenuhi permintaan Dayang Sumbi pada waktunya. Disepaknya perahu yang belum selesai itu melesat ke udara lalu jatuh tertelungkup kemudian menjadi gunung Tangkuban Prahu. Dikecamnya Jin dan siluman yang membantunya itu.
Manusia Sunda oleh Ajip Rosidi
Bahasa cerpen di atas sederhana. Hal-hal yang melatari penggunaan bahasa seperti itu adalah …..
A. kemampuan keterbatasan pengarang
B. cerita tersebut termasuk cerita kuno
C. cerita tersebut lebih mengutamakan daya imajinasi
D. kesederhanaan masyarakat dengan pola pikir yang wajar
E. masyarakatnya masih terbelakang
7. Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi”
Dari Tirani, Taufiq Ismail
Maksud puisi di atas adalah …..
A. penembakan kepada para demontran
B. anak-anak kecil yang ikut berjuang
C. rasa bela sungkawa yang mendalam
D. rasa peduli anak kecil dengan situasi
E. pentingnya menghargai para pahlawan
8. Bus telah tiba di perhentian berikutnya dan ia berseri-seri. Ia bahkan tidak mendengar laki-laki dalam bus itu meneriakinya, “Koper itu tetap akan berbicara milik siapa karena Tuhan adalah saksiku.”
Mengapa orang-orang tidak mengurusi urusan mereka sendiri saja, pikir Tini. Ia baru sadar bahwa orang memperhatikannya.
Nilai kebiasaan yang sering dilihat dalam masyarakat sesuai dengan penggalan tersebut adalah …..
A. masyarakat sudah sadar tentang mengutamakan kepentingannya sendiri
B. kepedulian orang lain perlu diperhatikan
C. banyak orang yang ingin mencampuri urusan lain
D. utamakan urusan masing-masing
E. kerja sama yang baik antar anggota masyarakat perlu ditingkatkan
9. PERPISAHAN
Akhirnya peluitpun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu jarak antara kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel peron-peron
Lampu yang menggigil di angin senja
Oleh Elha
Dilihat dari jumlah barisnya, puisi di atas disebut/termasuk bentuk …..
A. oktaf
B. sektet
C. septim
D. stanza
E. kuin
10. Putih di padang-padang
Putih kembang-kembang lalang
Putih rindu yang memanggil-manggil dalam dendang
Orang di dangau orang di ladang
Putih jalan yang pangan.
Nyanyian Kembang Lalang
Puisi di atas menggunakan majas …..
A. alegori
B. paralelisme
C. repesisi
D. simbolik
E. pleonasme
11. Ketika Suropati ditemukan oleh pembesar Belanda keadaannya sangat memprihatinkan. Ia diambil dari lingkungan anak jalanan yang kumuh dan tidak terpelihara. Pada saat pembesar Belanda merasakan banyak keberuntungan setelah memungut Suropati, maka anak tersebut dinamai Untung. Untung cepat dewasa dan tampan. Susan anak pembesar Belanda pun jatuh cinta. Untuk dibesarkan di lingkungan keluarga berada.
Roman Suropati
Abdul Muis
Latar penggalan roman diatas adalah …..
A. Kehidupan Untung di penjara
B. Kehidupan Untung bersama kekasihnya
C. Kehidupan Untung di keluarga berada
D. Kehidupan Untung di masa kecil
E. Kehidupan Untung pada masa perjuangan menentang kompeni.
12. Sejak berpisah dengan burung perkulutl kesayangannya, Mbah Pario sakit. Bukan sakil encok seperti biasanya, namun sakitnya lebih merupakan sakit rohani ketimbang sakit jasmani. Tiga bulan yang lalu, burung perkutul yang sudah “kung” itu dibeli Pak Umar. Sebetulnya, Mbah Parto tak hendak melepaskan burung kesayangannya. Namun, karena Pak Umar mendesak dan meninggikan penawarannya sampai delapan ralus ribu rupiah, akhirnya,
Mbah Parto merelakan perkutul itu dibeli. la mengira dengan uang sebanyak itu dia dapat membeli perkulut lagi dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, yang terjadi di luar perkiraannya. Semenjak berpisah dengan burung perkututnya, Mbah Parto justru menderita. Tubuhnya semakin kurus dan pada akhirnya jasmaninya pun tak kuat, ia terbaring sakit.
Cerpen ‘Mbah Parto’
Amanat yang terkandung dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
A. jangan memaksakan kehendak
B. jangan menyayangi sesuatu berlebihan
C. jangan tergiur dengan uang banyak
D. jangan lergesa-gesa membuat keputusan
E. jangan menyayangi binatang
13. “Rabiya, aku minta kau mau menerima semua akibat keputusanku ini dengan tawakal. Jangan menyumpah-nyumpah dan jangan menggerutu atau kecewa. Bila nanti dengan kematianku kau dan anak-anak terpaksa harus kembali dengan keadaan
dua puluh limatahun yang lalu, kau harus menerima dan percaya bahwa itu kehendak Yang Mahakuasa. Ingat betul-betul bahwa dulu kita tidak pernah punya apa apa. Bahkan, tidak pernah berpikir bahwa ada kemungkinan kita akan punya esuatu yang berharga. Rabiya, telah kuwariskan seluruh harta kekayaanku kepada Darulaitam hanya dengan satu alasan: perintah Tuhan. Titik.Kulakukan itu dengan sadar. Maka kau pun harusmenyetujuinya dengan sadar. Habisnya milik kita nanti bukan berarti bahwa kita tidak punya apa-apa lagi. Percayalah bahwa semakin melarat kita, semakin kayalah kita.”
Makna peribahasa Semakin melarat kita, semakin kayalah kita dalam penggalan cerpen di atas adalah
A. semakin melaral semakin kaya akan utang
B. penderitaan seseorang memotivasi untuk maju
C. semakin menderita akan semakin berbahagia
D. kemelaratan bukan ciri dari kemiskinan
E. miskin material, namun kaya akan pengalaman
14. Tuti duduk membaca buku di atas kursi kayu yang lebar, di bawah pohon mangga, dihadapan rumah sebelah Cideng Weg. Tiap-tiap petang, apabila ia
sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan sudah pula mandi dan berdandan, biasanya ia duduk di tempat itu menanti hari senja. Sesungguhnya,nikmat duduk berangin-angin di hadapan rumah memandang Cideng Weg yang sepi itu. Ke hadapan,lantang ia melihat ke seberang kali,kepada rumah-rumah batu yang indah. Di langit jauh di belakang rumah bersusun, awan senja berbagai-bagai warnanya, mengantarkan matahari yang akan terbenam.
Latar penggalan novel Layar Terkembang di atas adalah ….
A. sebuah tam an
B. di rumah batu yang indah
C. di depan rumah
D. menjelang senja
E. di belakang rumah susun
15. Perhatikan penggalan hikayat berikut!
Setelah itu maka Hamzah pun memakai senjatanya. Setelah sudah lengkap, maka hamzah pun naiklah ke atas kuda Hanka Ishak, lalu Hamzah dan mar Umaiyah pun berjalan menuju kota Serandib.
Tatkala itu Landahur pun daanglah dari hadapan. Kelakian maka Umar Umaiyah pun melihat ke hadapan. Maka terpandang kepada Landahur. Maka kata Umar Umaiyah,”Hai Amir, itulah Landahur yang dating dari hadapan kita”
Dengan demikian Landahur pun hampirlah. Maka bertemulah Landahur dengan Amir Hamzah. Maka ia pun bertanya,”Siapa engkau yang dating berhadapan dengan aku ini, maka si pencuri kau taruh di belakanmu?”
Maka kata Hamzah, “Akulah Hamzah anak Khoja Abdulmuthalib.”
Maka kata Landahur,”Hai Hamzah, engkaulah yang dating hendak menangkap aku ini?”
(Hikayat Amir Hamzah, Bunga Rampai dari Hikayat Lama, Sanoesi Pane)
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….
A. Amir Hamzah, Hanka Ishak, Umar Umaiyah
B. Amir Hamzah, Landahur, Umar Umaiyah
C. Amir Hamzah, Landahur, Hanka Ishak
D. Landahur, Umar Umaiyah, Hanka Ishak
E. Landahur, Khoja Abdulmuthalib, Umar Umaiyah
16. Berikut ini yang merupakan gurindam adalah ….
A. Kura-kura dalam perahu,
Pura pura tidak tahu
B. Di mata air, di dasar kolam
Kucari jawab teka-teki alam
C. Barang siapa suka berbohong
Saat sengsara tiada yang menolong
D. Dahulu parang sekarang besi
Dahulu saying sekarang benci
E. Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti kita menjadi susah
17. Perhatikan penggalan esai berikut!
Iwan melihat manusia selaku gelandangan. Itulah yang ia coba melukiskannya dalam novel-novelnya. Hanya bentuk atau gaya pembahasan tema dasar itu bukan lagi bentuk realisme formal yang masih (dan akan selalu) berlaku. Gaya kesusastraan Iwan analog dengan lukisan-lukisan surealis Dada yang lebih berbicara dengan bahasa di bawah sadar, bebicara dengan symbol-simbol asli (archetype) yang trans-waktu maupun trans-tempat yang “kelewat logis”, berjalan dalam plot yang berjalan dengan pergulungan waktu, tetapai multidimensional. Ilmu pengetahuan dan logika bekerja dengan pengertian-pengertian de-notasi. (”Manusia Gelandangan” Iwan Simatupang, YB Mangunwijaya)
Unsur yang dibicarakan dalam penggalan esai berikut adalah ….
A. tema karya-karya Iwan Simatupang
B. cara Iwan Simatupang bercerita
C. tokoh dalam karya-karya Iwan Simatupang
D. kekurangan Iwan Simatupang
E. perbandingan gaya Iwan Simatupang
18. Perhatikan penggalan drama berikut!
Guru : ‘Nah seperti minggu lalu, Ibu mau bertanya lagi, mengapa kamu tak hadir Senin kemarin?”
Dedi : “Hari Senin saya mengantar ibu ke rumah Eyang, Pak!”
Guru : “Sudah berkali-kali kamu tak masuk tanpa keterangan, Ded!”
Dedi ; ” Mohon maah Pak, ini yang terakhir!”
Guru : “Tidak, sekarang juga kamu harus menandatangani pernyataan ini!”
Dialog di atas bila diputuskan, kesan yang ditimbulkan tokoh guru adalah ….
A. Kesal
B. tegas
C. Kejam
D. benci
E. penuh ancaman
19. Sejak itu jiwa gelisah
selalu berjuang tiada reda
Ketenangan lama rasa beku
Gunung pelindung rasa penghalang
Berontak hati hendak bebas
menyerang segala apa menghadang (STA)
Informasi yang bisa diperoleh dari penggalan sajak “Menuju ke Laut” karya STA di atas adalah . . .
A. Penjelasan tentang isi mimpi yakni bergeloranya laut dengan gelombang yang berkejar-kejaran menuju ke tepi pantai.
B. Informasi tentang kegelisahan setelah mengalami peristiwa yang hebat, perasaan ingin bebas dan berontak terhadap kebekuan dan ketenangan yang lama.
C. Informasi tentang kekerasan hati yang hendak maju sehingga menghasilkan kesedihan dan kegembiraan yang silih berganti.
D. Informasi tentang penderitaan dalam mencapai kemajuan, tetapi tidak ada niat untuk kembali ke alam lama.
E. Kesan bagaimana kerasnya si aku yang hendak meninggalkan tradisi lama menuju ke tradisi yang baru
20. Perhatikan penggalan cerpen terjemahan di bawah ini!
Satu luapan rasa simpati yang muncul secara tiba-tiba membuat air matanya berlinang di kedua belah mata Lucy. Kasihan, ibuku saying, pikirnya. Betapa sering ibunya kelaparan asalkan anak-anaknya tidak. Aku tidak boleh mementingkan diriku sendiri. Demikianlah, ia kemudian mendekatinya dan meletakkan kepalanya ke pangkuan ibunya.
(Lucy, karya Annete Swan-Godchild)
Nilai normal yang terkandung dalam penggalan cerpen terjemahan tersebut adalah ……
A. pengorbanan seorang anak untuk ibunya
B. pengorbanan seorang ibu untuk anaknya
C. tidak mementingkan diri sendiri
D. kesedian yang mendalam sehingga timbul rasa belas kasihan
E. anak yang manja biasanya mementingkan diri sendiri
21. Dengan sekejap itu dilihatnya Mariamin jatuh ke air. Cangkul yang di bahunya pun dilemparkannya dan setelah bajunya ditanggalinya, ia pun mengucap, “Tolong, Tuhan!” Dengan perkataan yang dua patah itu, Aminuddin melompat ke dalam air akan menyusul mariamin, yang dihanyutkan banjir yang tiada menaruh iba kasihan pada kurbannya itu. Meskipun semuanya terjadi dengan sekejap saja, sudah jauhlah gadis kecil itu dihanyutkan air. Aminuddin berenang dengan sekuat-kuatnya, mengejar anak yang malang itu. (Azab dan Sengsara, Merari Siregar)
Jika kita mencermati deskripsi di atas, dapat diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi di daerah …..
A. perkotaan
B. sungai yang sedang banjir
C. sungai di dekat persawahan
D. pedesaan
E. daerah terpencil
22. Perhatikan puisi di bawah ini!
Aku berteriak memanggilmu dalam keheningan,
Aku paksakan gemuruhku dalam hening doa tanpa kata-kata,
Aku lagukan setiap irama hidupku dalam tanpa nada semilir nafasku,
Aku larikan lukaku ………………………
Kata-kata yang paling tepat untuk melanjutkan puisi di atas secara harmonis adalah …..
A. biar hilang pedih di hati
B. dalam gelap di malam hari
C. dalam henti mematung
D. sambil mendekap perih
E. dalam nama-Mu
23. Cinta? Apakah cinta yang menjadikanmu gila seperti ini,
Mengemis di jalanan, berlarian mengejar bis-bis yang berseliweran,
Tidur di kolong jembatan sambil mendekap erat kesedihanmu.
Bodoh, kawan. Engkau memang dibikin bodoh atas nama cinta!
Stop! Angkat pedangmu dan buru cinta dengan amarah!
Maka engkau adalah lelaki sejati, kalau perlu persetankan batas norma,
Sampai kau mati di ujung perjuanganmu!
Imaji yang muncul dari penggalan puisi di atas adalah …..
A. seorang lelaki pengemis
B. seeorang lelaki yang lari dari masalah
C. seorang lelaki yang putus cinta
D. seorang lelaki di kolong jembatan
E. seseorang yang berani sengsara karena cinta
24. Salahsatu kesalahan di bawah ini adalah kesalahan anakronisme dalam penciptaan cerpen.
A. Ketika mendeskripsikan latar Stero November 2006 dijelaskan bahwa pohon nangka sedang berbuah lebat, pohon mangga buahnya sedikit, dan bunga-bunga mulai bermekaran.
B. Ketika mendeskripsikan Malioboro 1985 beberapa tokoh bertengkar di dekat stasiun Tugu.
C. Ketika mendeskripsikan Malioboro 1985 beberapa tokoh dalam cerpen tersebut sedang berlari-lari menaiki tangga Malioboro Mall.
D. Pengarang menceritakan terjadinya tabrakan hebat dua taksi di Jalan Solo.
E. Banyak becak dan andong menuju alun-alun Utara
25. Seorang penilis cerpen akan menciptakan cerpen dengan konflik budaya antara Batak, Jawa, dan Bali. Pernyataan di bawah ini yang sudah memiliki potensi memunculkan konflik yang menarik untuk dikembangkan dalam cerpen adalah …..
A. Thomas Sihotang memiliki istri bermana Maria Sumarni dan hidup bahagia di Pulau Bali.
B. Antonius Siregar mengadakan pesta babi panggang di rumahnya yang ada di daerah wisata Bali.
C. Made beristrikan orang Jawa yang beragama muslim. Mereka kedatangan tamu dari Batak.
D. Wayan kedatangan tamu teman lamanya dari Batak. Teman lamanya tersebut mengajaknya makan sate sapi di restoran terbaik di Bali. Restoran tersebut dimiliki oleh Pak Soleh dari Jawa.
E. Thomas Sihotang bertemu dengan Wayan di sebuah hotel yang dikelola oleh Pak Soleh.
26. Hingga kini masih sedikit sastrawan kita yang berani menjadikan agama sebagai persoalan dalam karya-karyanya. Mungkin hal ini disebabkan masalah agama masih dianggap sebagai masalah sensitif bagi masyarakat kita. A.A. Navis adalah salah seorang dari yang sedikit itu yang berani mempersoalkan agama, khususnya mengenai praktik orang yang tampak rajin melakukan ibadah, tetapi malas bekerja keras mengeluarkan keringat, dalam karya-karyanya. Dalam ulasan singkat ini akan dibicarakan salah satu cerita pendeknya yang monumental, Robohnya Surau Kami, yang mempersoalkan hal itu.
Pokok persoalan yang diungkapkan dalam penggalan esei di atas adalah . . . .
A. Tidak banyak sastrawan yang mempersoalkan agama dalam karyanya.
B. Masalah agama dianggap masalah sensitif
C. A.A. Navis berani mempersoalkan agama dalam karyanya.
D. Robohnya Surau Kami karya sastra yang mempersoalkan agama.
E. Orang yang rajin beribadah harus rajin bekerja mengeluarkan keringat.
27. Proses kegiatan yang dilakukan dari bentuk novel ke bentuk sinetron itu tidak lain dari proses mengubah bentuk bahasa ke bentuk penampilan. Ini merupakan suatu kesulitan besar. Di atas telah dinyatakan bahwa penggambaran gadis cantik itu ke dalam novel hanya dilakukan dengan bahasa tentang kulitnya yang putih atau hitam manis, tentang bibirnya yang merah, tentang matanya yang hitam dan bulat, dan sebagainya. Penggambaran kecantikan itu dalam sinetron berubah menjadi penampilan seorang wanita yang kuning kulitnya, yang merah dan agak tebal bibirnya, dan yang biru matanya itu. Jadi, dalam sastra kita berhadapan dengan deskripsi dan imajinasi, sedangkan dalam sinetron kita berhadapan dengan citra visual.
Isi penggalan esei di atas adalah . . . .
A. Pentingnya citra visual dalam sinetron.
B. Pentingnya penggambaran dan imajinasi dalam sastra
C. Penggambaran dalam novel dengan bahasa
D. Sulitnya pengubahan bentuk bahasa ke bentuk penampilan
E. Penggambaran dalam sinetron dengan penampilan
28. Adalah Lasi seorang wanita desa berayah bekas serdadu Jepang. Kulitnya yang putih dan matanya yang khas membawa dirinya menjadi bekisae untuk hiasan sebuah gedung dan kehidupan mewah seorang lelaki tua bernama Pak Han di Jakarta. Betapa gagap Lasi ketika menemukan nilai perkawinannya dengan Pak Han hanyalah sebuah keisengan dan main-main. Kanjat, laki-laki teman bermainnya semasa kecil yanag diharapkan mau menolongnya ternyata hanyalah lelaki yang tak pernah peduli. Begitulah Ahmad Tohari dalam novel Bekisar Merahnya mencoba menjalin persoalan-persoalan yang dihadapi tokoh utama.
Penggalan resensi di atas menyajikan …..
A. data buku yang sedang diresensi
B. garis besar isi novel (sinopsis novel)
A. alinea pembuka yang memperkenalkan pengarang
B. ulasan singkat tentang keunggulan novel yang diresensi
C. kritik terhadap alur dan gaya penceritaan novel yang diresensi.
29. Metode penyajian watak tokoh secara dramatik dapat disampaikan melalui hal-hal berikut, kecuali
A. tindakan tokoh
B. perilaku tokoh
C. gaya bahasa pengarang
D. cara berpikir tokoh
E. gaya berbicara tokoh
30. Suatu novel dikatakan menggunakan gaya penceritaan akuan jika ….
A. pengarang menjadi tokoh
B. tokoh pencerita terlibat dalam peristiwa cerita
C. tokoh pencerita tidak terlibat dalam cerita
D. pengarang tidak menjadi tokoh cerita
E. pengarang menjadi pencerita
31. Distikon, terzina, kuatrin, dan kuin merupakan istilah-istilah dalam pembagian puisi berdasarkan
A. Isi
B. bentuk
C. jumlah kata
D. Makna
E. gaya bahasa
32. Nyonya Suryo tersenyum. Tiba-tiba dia ingat peristiwa di mana sifat-sifat Bawuk yang pemurah dan perasa menonjol jauh lebih nyata dari kakak-kakaknya. Waktu itu bawuk sudah duduk di kelas lI HIS. Suatu sore bapak dan ibunya mendapat undangan dari kanjeng bupati buat pesta ulang tahun bupati di kediaman kanjengan. Pesta itu boleh dikatakan besar-besaran juga. Semua onder dan wedana di daerah kabupaten itu mendapat undangan . Juga kontrolir dan tuan-tuan besar kedua pabrik gula yang ada di kabupaten itu, semua mendapat undangan.
(Sri Sumarah & Bawuk, Umar Kayam)
Sudut pandang yang digunakan oleh pengarang pada penggalan cerita di atas adalah . . .
A. akuan sertaan
B. akuan tak sertaan
C. diaan terbatas
D. diaan serba tahu
E. diaan dan akuan
33. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi kelemahan definisi sastra, kecuali ….
A. Orang ingin mendefinisikan terlalu banyak sekaligus.
B. Orang ingin mencari definisi ontologis tentang sastra (ingin mengungkap hakikat sastra)
C. Biasanya terjadi percampuran antara mendefinisikan sastra dan menilai mutu suatu karya sastra.
D. Orientasinya terlalu kebarat-baratan.
E. Tidak banyak orang yang memiliki keahlian di bidang sastra.
34. Laksana bintang berkilat cahaya,
di atas langit hitam kelam,
sinar berkilau cahya matamu,
menembus aku ke jiwa dalam
(Sebagai Dahulu, Aoh Kartahadimadja)
Gaya bahasa pada baris pertama penggalan puisi di atas adalah …
A. Personifikasi
B. simile
C. metafora
D. metonimia
E. alegori
35. Perhatikanlah periodisasi sastra menurut Nugroho Notosusanto di bawah ini !
A. Kesusastraan Melayu Lama
B. Kesusastraan Indonesia Modern
1. ….
a. Periode 1920
b. Periode 1933
c. Periode 1942
2. Masa Perkembangan
a. Periode 1945
b. Periode 1950
Informasi yang paling tepat untuk mengisi bagian kosong di atas adalah
A. Masa perintisan
B. Masa permulaan
C. Masa Sebelum Perang
D. Masa kebangkitan
E. Masa penyemaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar