Nama : Lismiyatun Naimah
Kelas : XII c KMI ASSALAM BANGILAN
Absen : 05
Materi : Resensi
ILMU DUNIA DAN AKHIRAT HARUS SEIMBANG
Judul buku : Belajar di Pondok Pesantren
Pengarang : Drs. Agus Sholeh
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun terbit : 2003
Tebal buku : 58 halaman
Tantangan kehidupan masyarakat saat ini merupakan suatu tantangan yang bukan hanya di jawab oleh pihak eksekutif dan legislatif saja, tapi tantangan itu juga harus di jawab oleh masyarakat dengan cara bagaimana mereka harus ikut aktif mengatasi masalah kehidupan mereka sendiri. Rendahnya pendidikan, kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap pengetahuan serta keterampilan terkadang menimbulkan banyak pengangguran dan besarnya tingkat kemiskinan.
Pada dasarnya semenjak anak memasuki pendidikan dasar dan menengah, diharapkan nantinya mereka akan menjadi manusia yang berpengetahuan luas dan memiliki keterampilan dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila kepada mereka perlu diberikan modal ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
Diharapkan dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan semacam ini, nantinya para siswa mampu mengembangkan dalam kehidupan di masyarakat.
Mencari ilmu merupakan tugas dan kewajiban bagi setiap orang, baik tua maupun muda. Dengan mencari ilmu orang akan bertambah terus wawasan dan pengetahuannya. Hanya karena ilmu pengetahuan orang akan dinilai pandai atau bodoh.
Pengetahuan umum dianggap penting karena akan mengasah akal pikiran kita untuk mengetahui ilmu-ilmu umum untuk kepentingan duniawi. Sedangkan pengetahuan agama akan mengajak kita untuk mengetahui nilai-nilai yang akan menjadi pedoman hidup kita untuk kehidupan di akhirat nanti. Kita perlu memperoleh bekal ilmu pengetahuan umum dan ilmu pendidikan agama dengan baik karena dengan demikian kita akan menjadi manusia yang kukuh dan tanggung jawab.
Pondok pesantren dari asal kata pondok dan pesantren. Pondok berarti tempat tiggal atau tempat bermukim seseorang untuk jangka waktu tertentu, tidak untuk selamanya. Sedangkan pesantren berarti lembaga pendidikan tradisional agama islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, dan mengamalkan ajaran islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai perilaku keseharian. Seseorang yang belajar di pondok pesantren disebut Santri dan guru pengajarnya disebut ustadz.
Sedangkan pimpinan pondok pesantren biasa dikenal dengan sebutan Kyai untuk laki-laki dan Nyai untuk perempuan. Selama ini orang lebih mengenal pesantren sebagai tempat untuk belajar mengaji, yang kemudian dikenal dengan sebutan pesantren salaf, pandangan tersebut tidak salah karena pesantren tempat belajar ilmu agama, khususnya agama islam dalam berbagai bidang. Namun dalam pekembangannya pesantren saat ini telah mengalami banyak kemajuan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan pada umumnya. Di pesantren terdapat madrasah yang mengajarkan selain mata pelajaran agama juga pelajaran umum. Mulai dari tingkat Ibtidaiyah (setingkat SD), Tsanawiyah (setingkat SMP), dan Aliyah (setingkat SMA).
Buku ini sangat penting dipelajari bagi anak yang akan memasuki pondok pesantren, karena buku ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang ragu? Untuk menuntut ilmu di pondok pesantren. Dengan membaca buku ini kita akan mengetahui betapa pentingnya ilmu dunia dan akhirat karena dua hal tersebut sangat penting bagi kita. Buku ini bukan Cuma membahas pondok pesantren salaf akan tetapi juga membahas tentang pondok-pondok modern.
Meskipun buku ini terlihat terlalu mendetail, sehingga pembaca merasa takut untuk masuk pondok pesantren. Akan tetapi buku ini tidak mengurangi niat penulis untuk memaparkan bagaimana pondok pesantren itu.
Kami berharap buku ini bukan Cuma dibaca dan dipahami akan tetapi dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan untuk menjalani hidup yang benar sesuai akidah yang benar. Hidup tidak hanya dituntut untuk kenyang dan mengikuti zaman tapi ada sebuah tanggung jawab yang besar dibalik glamor warna-warni zaman. Bagaimana kita, keluarga kita, anak-anak kita, cucu kita, saudara kita, masyarakat, bangsa dan Negara kita. Apakah semua tetap berada di jalan-Nya? Itu tugas kita bersama? Semoga buku ini membawa manfaat bagi pembaca-pembacanya. Amien ……
Dengan perubahan seperlunya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar